TIPS MEMBANGUNKAN ANAK DIPAGI HARI
Masih sering kesulitan membangunkan anak anak di pagi hari? Saya mengalami ini.Padahal anak sudah besar,sudah waktunya sudah bisa bangun sendiri, tapi ini masih manja, masih harus dibangunin dengan bonus ekstra, alias tidak sekali dibangunkan langsung bangun.Kadang sudah bangun, hanya bilang " Iya Nda ini dah bangun". Ditinggal sebentar ke belakang, ditengokin lagi, eh.... merem lagi. Saya coba beberapa jurus nih, mulai dari mengajak anak untuk tidur lebih awal dari biasanya dan mengurangi jam main diluar rumah, membangunkannya dengan segelas susu coklat hangat, hingga digendong keluar kamar. Cara ini berhasil di awal awal saja, seterusnya harus selalu ada cara yang berbeda untuk membangunkannya, hingga lama lama saya coba berpikir bagaimana ya caranya agar anak bisa bangun sendiri? Bahkan sudah saya terangkan juga bahwa ia sudah besar, sudah wajib baginya untuk melaksanakan sholat lima waktu, jadi harus bangun pagi agar tidak ketinggalan waktu shubuh.
Sampai akhirnya saya terpikir untuk membelikannya sebuah jam weker. Jadilah saya jalan-jalan untuk mencari weker. Alhamdulillah ketemu juga yang dicari.
Sampai dirumah saya kenalkan jam weker itu pada anak anak. "Ini bisa bunyi ya Nda?" tanya kakak. "Iya, biar kakak gak telat bangun, jadi gak telat Shubuh juga gak telat ke sekolah", jawabku. Kemudian kami coba-coba bunyikan weker tersebut sampai puas. Kakak sampai tak sabar ingin segera malam, kemudian pagi dan dibangunkan jam weker.
Dan ketika akhirnya jam weker berbunyi jam 5 pagi, kakak langsung terbangun dengan gembira. Aku berikan pujian buatnya, "hebat kakak euy, dah bangun", kataku sambil acungkan dua jempol. Dia cuma senyum-senyum. "Trus wudhu ya, Sholat Shubuh", kataku lagi. "Oke", jawabnya,
Alhamdulillah, hari pertama sukses nih. Coba deh liat beberapa hari kedepan, batinku. Hari kedua, kejadiannya masih sama dengan hari pertama. Hari ketiga, keempat, kelima, Alhamdulillah kakak tetap semangat. Aku tunggu hari Minggu, si kakak bangun gak ya? Kan gak sekolah. Ternyata, biar hari Minggu si Kakak tetap bangun dengan gembira dengan weker barunya. Alhamdulillah dengan jurus weker ini, anakku bersedia bangun pagi, meski memang pada saat tertentu, mungkin karena kelelahan dan masih mengantuk dia beberapa kali terlihat masih agak malas, tetapi tetap bangun. Begitupun meski hari libur, tetap mau bangun.
Sampai akhirnya saya terpikir untuk membelikannya sebuah jam weker. Jadilah saya jalan-jalan untuk mencari weker. Alhamdulillah ketemu juga yang dicari.
Sampai dirumah saya kenalkan jam weker itu pada anak anak. "Ini bisa bunyi ya Nda?" tanya kakak. "Iya, biar kakak gak telat bangun, jadi gak telat Shubuh juga gak telat ke sekolah", jawabku. Kemudian kami coba-coba bunyikan weker tersebut sampai puas. Kakak sampai tak sabar ingin segera malam, kemudian pagi dan dibangunkan jam weker.
Dan ketika akhirnya jam weker berbunyi jam 5 pagi, kakak langsung terbangun dengan gembira. Aku berikan pujian buatnya, "hebat kakak euy, dah bangun", kataku sambil acungkan dua jempol. Dia cuma senyum-senyum. "Trus wudhu ya, Sholat Shubuh", kataku lagi. "Oke", jawabnya,
Alhamdulillah, hari pertama sukses nih. Coba deh liat beberapa hari kedepan, batinku. Hari kedua, kejadiannya masih sama dengan hari pertama. Hari ketiga, keempat, kelima, Alhamdulillah kakak tetap semangat. Aku tunggu hari Minggu, si kakak bangun gak ya? Kan gak sekolah. Ternyata, biar hari Minggu si Kakak tetap bangun dengan gembira dengan weker barunya. Alhamdulillah dengan jurus weker ini, anakku bersedia bangun pagi, meski memang pada saat tertentu, mungkin karena kelelahan dan masih mengantuk dia beberapa kali terlihat masih agak malas, tetapi tetap bangun. Begitupun meski hari libur, tetap mau bangun.
